parallax background

SPF 15/30/50 – Apa bedanya dan mana yang harus dipakai?

Syarat dan cara menjadi member Young Living Indonesia bersama Hi.oil Bandung
July 13, 2018

SPF 15/30/50 – Apa bedanya dan mana yang harus dipakai?


Sinar ultraviolet itu tidak bisa terlihat dengan mata telanjang manusia karena sinar Ultraviolet memiliki gelombang yang lebih pendek daripada cahaya yang biasa kita lihat. Ada 2 tipe sinar yang berpotensi merusak DNA sel kulit and juga berpotensi menyebabkan kanker kulit, yaitu:

Sinar UVB

dapat menyebabkan kulit terbakar bila terkena paparan sinar matahari. SPF (sun protection factor) yang biasa dicantumkan di sunscreen/sunblock merujuk pada jumlah/periode proteksi terhadap sinar UVB.

Sinar UVA

menyebabkan kerusakan pada kulit yang juga membuat kulit semakin tua dan berkerut. Gelombang pendek pada UVA juga menyebabkan kulit terbakar seperti UVB.

Maka dari itu, penting bagi kita untuk membaca label sunscreen yang akan kita gunakan sebab sebaiknya produk tersebut mempunyai kandungan untuk memproteksi kulit kita dari UVB dan UVA (Broad spectrum).


Apa arti SPF?

Jumlah SPF memberi arti seberapa lama paparan sinar matahari UV dapat membuat kulit kita memerah/ terbakar dibandingkan dengan apabila tidak memakai sunscreen sama sekali. Contohnya, SPF 30 artinya kulit kita akan terbakar 30x lebih lambat apabila memakai sunscreen dibandingkan apabila tidak memakai sunscreen.

1SPF 15 menahan 93% dari radiasi UVB
2SPF 30 menahan 97% dari radiasi UVB
3SPF 50 menahan 98% dari radiasi UVB

Berapa sering harus pakai sunscreen?

Untuk kita yang sering naik motor, bepergian, memiliki intensitas kegiatan outdoor yang banyak, maka sangat disarankan untuk menggunakan sunscreen setiap hari (terutama di bagian wajah) kira-kira 30 menit sebelum kita beraktivitas di luar. Aplikasi ulang sangat disarankan setiap 2jam atau setelah berenang/berkeringat.

Hati-hati dalam memilih sunscreen!

Menurut penelitian, 20% atau seperlima dari terumbu karang di dunia sudah mati dalam 3 tahun terakhir. Salah satu penyebab utamanya dikarenakan pemakaian sunscreen dengan komposisi material tertentu yang larut dari orang-orang yang berenang di laut. Sekitar 6,000 sampai 14,000 ton sunscreen larut dalam laut per tahunnya dan ini merusak ekosistem di dalam laut.

Salah satu terumbu karang terbaik dan besar adalah di perairan Hawaii. Hawaii adalah tempat pertama yang melarang pemakaian sunscreen yang mengandung Oxybenzone dan Octinoxate. Dua bahan kimia ini diyakini merusak, membunuh terumbu dan ‘memutihkan’ (bleach) terumbu sehingga sangat merusak ekosistem laut dan akibatnya tentu cepat atau lambat akan dirasakan manusia seperti kurangnya pasokan ikan, tsunami, global warming dan lain-lain.

Sebagian besar sunscreen yang beredar di pasaran (termasuk produk-produk sunscreen terkemuka) mengandung Oxybenzone dan Octinoxate. Jadilah konsumen yang bijak dengan mencari produk-produk yang Biodegradable, mineral sunscreen yang tidak mengandung zinc oxide dan titanium dioxide, dan tanpa nanopartikel.

Sekali lagi, pilihlah sunscreen yang TIDAK mengandung

  • Nanopartikel (zinc oxide atau titanium dioxide)
  • Oxybenzone
  • Octinoxate
  • 4-methylbenzylidene camphor
  • Octocrylene
  • Para-aminobenzoic acid (PABA)
  • Parabens
  • Triclosan

Safe environment, use less chemicals and plastics!

We choose:

https://www.youtube.com/embed/LFR1qIiYmGU

Share it